Kamis, 22 Maret 2012

PEMAHAMAN TENTANG PERBANDINGAN IDEOLOGI KONSERVATISME DENGAN IDEOLOGI PANCASILA


BAB I
PENDAHULUAN
A.                     LATAR BELAKANG
Sebagian besar orang salah memahami makna kebebasan. Kebebasan seringkali diartikan sebagai kebebasan untuk melakukan apapun tanpa ada aturan dan hukum. Orang yang memahami kebebasan seperti ini dinilai oleh Armando sangat simplifistis. ”Kebebasan berekspresi bukanlah kebebasan tanpa batas.
Wacana kebebasan berekspresi belakangan menjadi perbincangan hangat di berbagai media. Isu ini menjadi menarik dengan maraknya kasus-kasus kekerasan dan teror atas kebebasan berekspresi. Kekerasan yang menimpa Jama’ah Ahmadiyah, penutupan gereja, sweaping buku maupun majalah, perusakan kantor majalah Playboy beberapa waktu lalu, adalah sederet kasus yang muncul di halaman muka media. Kasus-kasus tersebut tentu saja meresahkan sejumlah aktivis dan intelektual.
Ada beberapa ideologi yang masih eksis. Ideologi kapitalisme menawarkan nikmat duniawi seperti kekayaan, penguasaan modal sebagai tujuan pokok. Sedangkan komunisme menawarkan persamaan kepemilikan antar individu dalam suatu komunitas sebagai representasi keadilan distributif yang menjadi unsur pokoknya. Di Indonesia, ideologi Pancasila menawarkan keluhuran budi dalam etika berbangsa sebagai daya pikat untuk mengundang masyarakat sepaham dengan muatan ideologi yang dibawanya. Jadi semua ideologi pada umumnya menawarkan satu garis perjuangan pokok sebagai konsentrasi utamanya
B.                 RUMUSAN MASALAH
1.                  Mengapa calon Guru PKn penting memahami perbandingan ideology konservatisme dengan ideology pancasila
  
BAB II
IDEOLOGI KONSERVATISME DAN IDEOLOGI PANCASILA
A.                PENGERTIAN IDEOLOGI KONSERVATISME DAN IDEOLOGI PANCASILA
1.    Ideologi konservatisme
Konservatisme adalah sebuah filsafat politik yang mendukung nilai-nilai tradisional. Istilah ini berasal dari kata dalam bahasa Latin, conservāre, melestarikan; "menjaga, memelihara, mengamalkan". Karena berbagai budaya memiliki nilai-nilai yang mapan dan berbeda-beda, kaum konservatif di berbagai kebudayaan mempunyai tujuan yang berbeda-beda pula. . Sebagian pihak konservatif berusaha melestarikan status quo, sementara yang lainnya berusaha kembali kepada nilai-nilai dari zaman yang lampau, the status quo ante.
Roger Scruton; pelestarian ekologsosial dan politik  penundaan, yang tujuannya untuk mempertahankan selama mungkin keberadaan, kehidupan dan kesehatan suatu organism social.
Konservatisme selalu menanamkan kesadaran agar tidak melupakan masa lampau, bahkan harus mempertahankan dari kekuatan yang akan melemahkan (tradisi).
2.                  Ideologi pancasila
Pancasila dalam pengertian ini nsering juga disebut way of life, weltanschauung, wereldberschouwing, wereld en levens, eschoungwing, pamdangan dunia, pandangan hidup, pegangan hidup, pedoman hidup. Pancasila sebagai norma fundamental sehingga pancasila berfungsi sebagai cita- cita atau ide. Pancasila mempunyai kedudukan yang tinggi, yakni sebagai cita- cita dan pandangan hidup bangsa dan Negara Republik Indonesia.
Menurut Soerjanto ideology adakalanya ditangkap dalam arti yang negatif, karena konotasikan dengan sifat yang totaliter yang mengingkari kebebasan pribadi manusia dan membatasi ruang geraknya. Tetapi sejarah perjuangan kemerdekan  Negara- Negara yang sedang berkembang di dunia ketiga, seperti Indonesia dengan pancasila-nya, ideology mengandung makna yang positif dan bahkan dibutuhkan. Di sini ideology dipahami sebagai keseluruhan pandangan, cita- cita, nilai dan keyakinan yang ingin diwujaukan secara kongkrit  dalam kehidupn bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
B.                 CIRI-CIRI IDEOLOGI KONSERVATISME DAN IDEOLOGI PANCASILA
Ciri- ciri ideology konservatisme
1.                  Tidak menghendaki perubahan. Sejalan dengan ajaran agama sebagai landasanya menyatakan bahwa apa yang terjadi sudah merupakan ketentuan Tuhan.
2.                  Bersifat dogmatis. Apa yang diajarkan agama (geraja) dan raja menjadi hukum. Agama tidak boleh didiskusikan dan raja menjalankan pemerintahannya sesuai dengan ajaran agama. Raja yang memerintah tidaki sesuai ajaran agama akan dikucilkan dari pergaulan internasional
3.                  Kurang mengakui kebebasan dan hak- hak warganegara. Karena pada prakteknya agama dipolitisasi untuk kepentingan status quo gereja dan raja.

Ciri-ciri ideology pancasila
1.                  Pancasila sebagai dasar Negara mempunyai sifat imperative / memaksa, artinya setiap warga Negara Indonesia  harus tunduk / taat kepadanya.
2.                  Mempunyai sifat mengikat, artinya sitiap manusia Indonesia            terikat dalam cita- cita yang terkandung di dalamnya untuk mewujudkan dalam kehidupannya, sepanjang tidak melanggar peraturan perundang- undangan yang berlaku.
C.                 UNSUR-UNSUR IDEOLOGI KONSERVATISME DAN IDEOLOGI PANCASILA
Ø  IDEOLOGI KONSERVATISME
a.                   Memiliki nilai- nilai tradisonal yang digunakan pada masa lampau,
b.                   Memiliki ikatan yang erat dengat masyarakat,
c.                   Adanya unsur masyarakat didalamnya.
Ø  IDEOLOGI PANCASILA
a.                   Peri kebebasan
b.                   Peri kemanusian
c.                   Peri ketuhanan
d.                  Peri kerakyatan
e.                   Kesejahteraan rakyat
D.                LATAR BELAKANG IDEOLOGI KONSERVATISME DAN IDEOLOGI PANCASILA
IDEOLOGI KONSERVATISME
Ideology konservatisme timbul karena adanya kepentingan golongan atau individu guna melanggengkan status qou. Konservatisme selalu menanamkan kesadaran agar tidak melupakan masa lampau, bahkan harus mempertahankan dari kekuatan yang akan melemahkan (tradisi). Didalam ideology konservatisme tidak menghendaki adanya perubahan hanya mengamalkan, melestarikan dan menjaga nilai- nilai masa lampau.

IDEOLOGI PANCASILA
Pancasila dinilai gagal meniupkan roh kebangsaan dan spiritualitas rakyat Indonesia. Karena dianggap terlalu normatif dibandingkan dengan ideologi lainnya, semisal Marxisme, Sosialisme dan Liberalisme, terutama dalam hal metodologinya, maka adayang mengatakan hal itu benar. Bagaimana bisa mengangkat bangsa ini, jika Pancasila telah terpinggirkan dari zona kehidupan bangsa Indonesia. Pancasila hanyalah sebuah artefak sejarah yang nasibnya tak jauh beda dengan sampah, dimasukkan di tempat pembuangan dan dilupakan begitu saja.
E.                 PERBANDINGAN IDEOLOGI KONSERVATISME DAN IDEOLOGI PANCASILA
Kalau dilihat dari pengertian, ciri- ciri serta unsur yang ada di  dalamnya perbandingan antara ideology pancasila dengan ideology konservatisme memiliki perbedaan yang sangat jauh. Hal ini dapat dilihat dari berbagai segi.
konservatif pada umumnya sepakat dalam masalah-masalah budaya, seperti misalnya dukungan untuk pendidikan watak dan program-program yang berbasis keagamaan, namun kaum komunitarian tidak menganut paham kapitalisme laissez-faire yang umumnya dianut oleh kaum konservatif.
Pancasila memang bukan agama, karena ia merupakan kumpulan value (nilai) dan vision (visi) yang hendak diraih dan diwujudkan bangsa Indonesia saat berikhtiar mendirikan sebuah negara. Menurutnya Pancasila adalah sebagai Vision of state. Inilah yang sering kali tidak dipahami para penentang Pancasila sebagai ideologi transnasional bangsa Indonesia. Mereka kecewa kepada Pancasila karena tidak membawa perubahan yang berarti bagi hidup mereka.
BAB III
CALON GURU PKn
A.                KOMPETENSI GURU PKn
a.                  Seseorang guru harus taat kepada perintah allah, pendukung norma- norma yang dianutnya guna mendukung tatatertib yang berlaku.
b.                  Seorang guru harus memeiliki kewenangan untuk memerintah, menyuruh, menugaskan dan mengarahkan dalam proses pembelajaran. Karena hak dan kewenanagan guru sebagai pemimpin.
c.                  Memiliki kemampuan dan keterampilan teknik dalam  melaksanakan proses belajar mengajar.
d.                 Mampu memelihara dan mengembangkan kode etik guru.
e.                  Melaksanakan tugas secara ikhlas,salah satu cirri kepribadian guru ialah ikhlas dalam melaksanakan tugas sehari- hari dan tidak meyalahgunakan kewenangannya,
B.                 MATERI PELAKSANANAN DI SMA
Dalam pelaksanan meteri tentang pemahaman perbandingan ideology konservatisme dengan ideology pancasila guru harus mampu memahami karateristik peserta didik.
Guru harus mampu mengatasi masalah pembelajaran siswa dan memberikan cara atau metode belajar yang sesuai dengan kemampuan pesertadidik. Guru tidak boleh mengabaikan keluhan dan permasalahan siswa dalam memahami materi tentang perbandingan ideology konservatisme dengan ideology pancasila. Untuk itu pendidikan pncasila berperan sebagai wahana program pendidikan politik di mana peserta didik penerus bangsa-negara RI ini dibina kemantapan pemahaman tentang tata keharusan bernegara menurut moral pancasila.
BAB IV
PEMAHAMAN TENTANG PERBANDINGAN IDEOLOGI KONSERVATISME DENGAN IDEOLOGI PANCASILA

Sebagian pihak konservatif berusaha melestarikan status quo, sementara yang lainnya berusaha kembali kepada nilai-nilai dari zaman yang lampau, the status quo ante.
Sejalan dengan ajaran agama sebagai landasanya menyatakan bahwa apa yang terjadi sudah merupakan ketentuan Tuhan.
Apa yang diajarkan agama (geraja) dan raja menjadi hukum. Agama tidak boleh didiskusikan dan raja menjalankan pemerintahannya sesuai dengan ajaran agama. Raja yang memerintah tidaki sesuai ajaran agama akan dikucilkan dari pergaulan internasional. Sedangkan Pancasila sebagai norma fundamental sehingga pancasila berfungsi sebagai cita- cita atau ide. Pancasila mempunyai kedudukan yang tinggi, yakni sebagai cita- cita dan pandangan hidup bangsa dan Negara Republik Indonesia.
 
BAB V
KESIMPULAN

Sebagai calon guru PKn kita harus memahami tentang perbandingan antara ideology konservatiseme dengan ideology pancasila. Karena keduanya ini memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Kita sebagai calon pendidik harus selalu menanamkan nilai- nilai yang baik kepada peserta didik.
NUANSA konservatif juga terlihat pada Pasal 4 yang menyatakan, kompetensi guru sekurang-kurangnya meliputi kemampuan: merencanakan dan mempersiapkan; melaksanakan; melakukan evaluasi; dan mengembangkan proses pembelajaran. Pasal 5 yang menyatakan, kompetensi guru yang dimaksudkan pada Pasal 4 tidak dapat diintervensi oleh siapa pun yang tidak mempunyai kewenangan dalam bidangnya.
 
DAFTAR PUSTAKA

Aziz Toyibin dan dan Kosasih Djahiri, pendidikan pancasila, Jakarta: PT Rineka Cipta, juli 1997.
Oetojo Oesmon Al Fian, Pancasila sebagai ideology, Jakarta: BP-7 PUSAT, 1992.
Darji Damodiharjo. Dkk, suatu tinjauan filosofis historis dan yuridis konstitusional.
Dimyati mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: PT Rineka Cipta.
M. Jumali dkk, landasan pendidikan, Surakarta: muhammadiyah university press, September 2003




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar